Impotensi Akibat Dari Perasaan Depresi

depresi

Impotensi Akibat Dari Perasaan Depresi – Impotensi adalah penyakit yang menyerang pada vitalitas pria, pria yang mengalami penyakit impotensi vitalitasnya akan sangat susah untuk mendapatkan ereksi bahkan tidak dapat ereksi sama sekali dan jika mendapatkan ereksi, ereksi tersebut tidak bisa bertahan lama dan akan sangat mudah ejakulasi ketika melakukan hubungan seksual. Faktor yang sangat mempengaruhi pria mengalami impotensi disebabkan karena aliran dalam pada organ seksual tidak berjalan dengan baik sehingga vitalitas tidak mendapatkan asupan darah sesuai kebutuhan.

Alkohol menyebabkan impotensi – Terjadinya penyakit impotensi disebabkan oleh beberapa faktor, dan faktor paling mendasar adalah fakstor psikis yaitu depresi. Dimana depresi merupakan gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan. Namun ternyata tanpa mengalami hal-hal tersebut seseorang bisa juga mengalami depresi.

Depresi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti trauma, sedih berkepanjangan, masalah keuangan, hingga tak memiliki pekerjaan. Faktanya, ada hal-hal yang mungkin tidak disadari yang ikut berkontribusi menyebabkan depresi.

  • Kebiasaan kurang tidur : Tidur merupakan kebutuhan penting bukan hanya untuk menjauhkan tubuh dari peradangan, tapi juga dari depresi. Sebuah studi menemukan, orang sehat yang kurang tidur memiliki aktivitas otak lebih besar saat melihat gambar yang membuat kesal dibandingkan mereka yang tidak. Aktivitas otak yang besar saat kesal merupakan ciri dari orang yang depresi.
  • Terlalu banyak menggunakan media sosial : Terlalu banyak menggunakan media sosial berhubungan dengan depresi, terutama pada remaja. Hal ini terjadi lantaran kurangnya interaksi antarmanusia dalam kehidupan nyata, dan cenderung untuk berpikir tidak realistis pada dunia.
  • Terlalu banyak pilihan : Saat menghadapi banyak pilihan, orang mungkin saja mengalami depresi. Dari hal sederhana seperti makanan, memilih yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan dapat menjadi sangat melelahkan.
  • Kurang makan ikan : Kurang asupan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan salmon dan minyak sayur diketahui meningkatkan risiko depresi.
  • Obat-obatan : Depresi kadang merupakan efek samping dari penggunaan banyak obat-obatan, seperti obat insomnia, obat impotensi non herbal, penurun kolestrol, dan beberapa obat lainnya.
  • Pil KB : Seperti obat-obatan, pil KB juga memiliki efek samping, salah satunya depresi. Meskipun efek ini tidak ada dalam setiap orang.
  • Merokok : Merokok telah lama dikaitkan dengan depresi, meski belum jelas sebenarnya apa yang jadi penyebabnya, merokok menyebabkan depresi atau depresi menyebabkan orang cenderung untuk merokok. Kendati demikian, zat yang ada dalam rokok nikotin diketahui dapat mempengaruhi aktivitas saraf dalam otak sehingga meningkatkan kadar dopamin dan serotonin yang berperan sebagai obat antidepresan. Risikonya jika tidak merokok, tubuh akan kekurangan dopamin dan serotonin yang mengakibatkan depresi. Inilah yang menjadikan rokok bersifat adiktif.
  • Penyakit tiroid : Saat tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu di dalam leher, tidak menghasilkan cukup hormon tiroid (hipotiroidisme), maka seseorang bisa mengalami depresi. Hormon ini sejatinya memiliki banyak fungsi, namun salah satu fungsi utamanya yaitu sebagai penghantar rangsangan saraf dan mengatur kadar serotonin.
  • Tempat tinggal : Studi menemukan, orang yang tinggal di kota memiliki tingkat stres 39 persen lebih tinggi daripada mereka yang tinggal di desa. Menurut sebuah studi, orang yang tinggal di kota memiliki aktivitas otak lebih tinggi lantaran stres yang dialami. Sehingga stres berkepanjangan akan menimbulkan depresi.
Advertisements